Merawat Printer
Tulisan ini saya angkat dari permintaan teman-teman yang mengeluh atas printer tintanya sering bermasalah. Untuk menghindarinya supaya tidak sampai terjadi hal yang fatal adalah sebagi berikut :
- Gunakan printer secara berkala dan teratur. Jangan membiarkan printer pasip dalam waktu yang cukup lama.Minimal lakukan cek nozel. Hal ini bertujuan menjaga agar tinta pada seluruh Print Head tidak mengering/menggumpal.
- Segera isi Cartridge apabila tinta mulai habis.
- Dalam melakukan isi ulang khususnya saat melepas cartridge, jangan sampai menyentuh pin CMOS. Pin tersebut sangat sensitif (bisa rusak) akibat listrik statis yang berasal dari tubuh kita.
- Saat mencetak gunakan kertas yang bersih dan masih “layak” artinya tidak lusuh atau “lungset” karena kertas yang lusuh dapat menyebabkan macet/berhenti mencetak akibat kertas yang slip pada rol printer. Selain itu kertas yang berdebu dapat menyebabkan debu nempel ke Head
- Bersihkan printer yang kotor menggunakan kuas atau lap dengan kain. Untuk aman gunakan peniup angin (pompa ban sepeda) printer dalam keadaan OFF.
- Matikan printer sesuai prosedur, yaitu dengan menekan dulu tombol “Off” kemudian mencabut kabel yang terhubung ke listrik.
- Lindungi printer dari debu. Anda dapat menutupnya rapat dengan kain sehingga masih ada pertukaran udara. Jangan menggunakan penutup (menutup rapat) dengan plastik karena udara lembab dapat mempercepat kerusakan printer.
- Kalau printer Anda sering digunakan (biasanya untuk kantor) jangan sering-sering mematikan printer pada setiap habis ngeprint… biarkan printer tetap menyala. Hal ini untuk meminimalisir Over Hit Counter pada Limit Counter BIOS. Semua printer memiliki batasan jumlah mencetak (rata-rata 2000 kali). Setiap kita menyalakan printer maka Counter akan bertambah (dianggap 1 kali mencetak). Bayangkan kalau selama jam kerja (misal 8 jam) kita mematikan dan menyalakan printer sampai 10 kali atau 20 kali….?!! maka hal tersebut akan mempercepat kita melakukan RESET Counter pada BIOS printer kita.
Komentar